Friday, May 15, 2015

ZIARAH MAKAM

Edit Posted by with No comments
Pada saat akan memasuki bulan Ramadhan dan Syawal, umat muslim di Indonesia umumnya, menziarahi makam sanak keluarga mereka. Biasanya ritual ini dilakukan untuk memohon maaf, medoakan dan membersihkan makam. Pada kesempatan ini q ingin berbagi tentang beberapa hal yang mungkin belum banyak yang diketahui tentang ZIARAH MAKAM (KUBUR). Harapan q semoga artikel ini dapat menambah khasanah pengetahuan sahabat semua. Adapun hukum dalam menziarahi makam orang Islam disyari'atkan bahkan disunnahkan. Sebagaimana Nabi Muhammad saw telah menziarahi makam di Baqi' (makam kaum muslimin di Madinah) dan makam para syuhada' perang Uhud. Sesuai sabda Rasullah saw, ”Berziarahlah kamu agar kamu teringat kepada kematian.” [HR Ahmad dan Muslim] Dalam hadits lainnya diriwayatkan, Rasulullah saw pernah bersbda, “Dan hendaklah kamu mengambil pelajaran (i’tibar) dengan keadaan mereka dahulunya bahwa mereka dulu begini dan begitu, mereka adalah Nabi-nabi, Wali-wali, Orang-orang Shalih, Raja-raja, Umara’ (pemimpin pemerintahan) dan orang-orang kaya. Mereka telah mati, telah dipendam, telah menjadi tanah, dan mereka telah menjumpai apa yang telah mereka perbuat baik berupa kebaikan atau keburukan.” [HR Al-Hakim] Diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Abi Dzar ra, Rasulullah saw menyatakan: ”Ziarahilah kubur, kamu dengan itu akan teringat ke akhirat. Mandikanlah orang yang mati, karena sesungguhnya hal itu menjadi obat mujarab yang mengandung pengajaran yang mantap. Sembahyangkanlah jenazah, mudah-mudahan hal itu akan menggugah hati kamu, sebab orang yang berdukacita berada di bawah naungan Ilahi dalam menghadapi tiap-tiap kebaikan.” [HR Al-Hakim] Dalam hal ini kaum wanita juga dianjurkan ziarah makam karena kebersamaan kaum wanita dengan kaum laki-laki dalam ‘illat’ sebab (alasan). Dari Ibnu Abi Mulaikah ra, bahwa pada suatu hari dia bertemu dengan Siti Aisyah ra, tatkala Ummul Mukminin itu kembali dari pemakaman. Mulaikah menanyakan: "Dari manakah Anda datang?" "Dari kubur saudara saya, Abdur Rahman." "Apakah Rasulullah tidak melarang wanita ziarah ke kuburan?" tanya Mulaikah. "Memang betul, Rasulullah (mula-mula) melarang ziarah ke kubur, tapi kemudian disuruhnya melakukan ziarah itu", jawab Aisyah. [HR Al-Hakim dan Baihaqi] FADILAH ZIARAH MAKAM Adapun fadilah berziarah makam adalah: 1. Mengingatkan diri bahwa setiap manusia pasti akan kembali kepada Allah SWT. Sabda Rasulullah: “… karena sesungguhnya (ziarah makam) itu menzuhudkan (menjauhkan diri dari kecintaan) terhadap dunia dan mengingatkan akhirat." [HR Ibnu Majah] 2. Mempersiapkan diri dengan bekal yang cukup untuk meninggalkan dunia fana ini. Dalam riwayat Anas bin Malik ra, Rasulullah saw pernah bersabda, “Karena yang demikian itu (ziarah makam) dapat melunakkan hati, menjadikan mata mencucurkan air mata, serta mengingatkan kepada akhirat.” [HR Al-Hakim: 1/376, Hasan, lih. Ahkaamul Janaa-iz hal. 228-229] 3. Dengan ber’dzikrul maut’, kita menggelorakan amal saleh, sehingga tidak takut pada kematian, namun takut bila wafat nanti su’ul khatimah (akhir yang buruk). TATA CARA ZIARAH MAKAM YANG SYAR’I Tata cara berziarah makam yang benar sesuai tuntunan syari’at sesuai petunjuk Nabi Muhammad saw: 1. Ziarah makam dapat dilakukan kapan saja. 2. Diawali dengan niat ikhlas Lillaahita’ala dan semata-mata demi mengikuti sunnah Rasulullah saw. Sabda Rasulullah: “Sesungguhnya amal-amal (ibadah) bergantung pada niatnya.” [HR Bukhari-Muslim] 3. Dianjurkan ketika berziarah makam, menimbulkan rasa takut kepada Allah, merasa diawasi oleh-Nya dan hanya bertujuan mencari keridhaan-Nya semata. Diriwayatkan oleh Abi Dzar ra, Rasulullah saw menyatakan: ”Ziarahilah kubur, kamu dengan itu akan teringat ke akhirat. Mandikanlah orang yang mati, karena sesungguhnya hal itu menjadi obat mujarab yang mengandung pengajaran yang mantap. Sembahyangkanlah jenazah, mudah-mudahan hal itu akan menggugah hati kamu, sebab orang yang berdukacita berada di bawah naungan Ilahi dalam menghadapi tiap-tiap kebaikan.” [HR Al-Hakim] 4. Melepas alas kaki ketika memasuki makam. Dari Basyir bin al-Khoshoshiah ra, ia berkisah bahwa Rasulullah saw pernah melihat seseorang berjalan di antara makam muslimin dengan sandalnya. Maka Rasulullah memerintahkannya untuk menanggalkannya, dengan segera ia melempar kedua sandalnya. [HR Abu Dawud: 2/72, dll, lih. Ahkaamul Janaa-iz hal. 173] 5. Disunnahkan untuk menyampaikan salam kepada ahli kubur seperti ini; ”Salamullah ya sadat minarrahman yaghsyakum, ibadallaah ji’nakum qashadnakum thalabnakum.” Dari Aisyah ra, ia berkata: ”Apakah yang harus aku ucapkan jika aku ziarah, ya Rasulullah? Nabi berkata: Katakanlah: Keselamatan untuk kamu hai ahli kubur orang-orang yang Mukmin.” [HR Muslim] 6. Lalu bershalawat mendoakan para ahli kubur, agar mendapatkan rahmat, ampunan, afiyah (kekuatan) dan maghfirah. Disebutkan dalam hadits yang shahih, “Kemudian bershalawatlah padaku karena barangsiapa yang bershalawat padaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak 10 kali. Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku karena wasilah adalah suatu derajat di surga yang hanya diberikan pada hamba-hamba Allah. Aku berharap termasuk hamba yang mendapatkan wasilah tersebut. Barangsiapa yang meminta pada Allah wasilah untukku, maka ia pantas mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat nanti. Setiap muslim yang mengucapkan salam untukku, Allah akan kembalikan ruhku padaku sampai aku balas salam tersebut.” [HR. Bukhari] DO’A ZIARAH MAKAM Rasulullah saw mengajari para sahabatnya, jika mereka berziarah makam hendaklah membaca do’a: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَإِنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ يَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَمِنْكُمْ وَالْمُسْتَأْخِرِين نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ ، اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُمْ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُمْ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُمْ “Semoga keselamatan bagi kalian wahai negeri (peristirahatan sementara) kaum mukminin, dan kami insya Allah akan bertemu kalian. Semoga Allah merahmati kalian yang lebih dahulu dari kami dan kami pun akan menyusul kalian. Kami memohon pada Allah keselamatan pada kami dan kalian. Ya Allah, janganlah halangi ganjaran bagi mereka. Janganlah beri siksaan kepada mereka setelah itu. Ampunilah dosa-dosa kami dan mereka.” Dari Buraidah ra, Rasulullah saw bersabda, السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَلاَحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ. “Semoga keselamatan (dilimpahkan) atas kalian wahai penghuni kubur dari orang-orang Mu’min dan Muslim, sedangkan kami insya Allah akan menyusul kalian, kami mohon kepada Allah (semoga) untuk kami dan kalian (diberi) afiat.” [HR. Muslim, 975] Dalam Shahih Muslim, Rasulullah saw bersabda, السَّــلاَمُ عَلَى أَهْلِ الــدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِـينَ مِنَّـا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَلاَحِقُونَ “Semoga kesejahteraan bagi kalian wahai penghuni kubur, dari kalangan mu’minin dan muslimin. Semoga Allah merahmati mereka yang telah mendahului kami dan yang akan menyusul, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian (di tempat ini).” [Kitaabul Janaa-iz no. 103] Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah saw sering berziarah ke pemakaman di Madinah, dan beliau mengucapkan, "Keselamatan untuk kamu, hai penghuni-penghuni kubur. Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni dosa-dosa kami dan dosa-dosa kamu. Kamu adalah orang-orang yang telah mendahului kami dan kami akan mengikuti jejakmu." [HR. Tirmizi]